Selasa, 26 April 2016
Selasa, 05 April 2016
Ruang ruang dalam perpustakaan
A.
Ruang Pemanfaatan Koleksi
Ruang pemanfaatan
koleksi baik berupa ruang baca maupun ruang audiovisual sengaja ditempatkan
berdekatan dengan ruang koleksi sehingga koleksi dapat dimanfaatkan oleh
pengunjung dengan lebih mudah dan lebih maksimal.
B. Ruang
Koleksi
Ruang koleksi
meliputi ruang refrensi, koleksi umum tercetak baik untuk umum, remaja, dan
anak-anak, koleksi majalah dan surat kabar dan koleksi audiovisual. Ruang
koleksi umum remaja dan anak-anak sengaja dipisahkan karena selain kandungan
bahan bacaan yang berbeda juga karna antara anak-anak, umum, dan remaja
membutuhkan suasana ruang membaca yang berbeda-beda.
C. Ruang
Kerja Petugas
Ruang kerja
petugas meliputi ruang pelayanan, tata usaha, pengembangan, pengolahan serta
ruang kepala perpustakaan. Ruang pelayanan ditempatkan berhadapan dengan pintu
masuk aga setiap pengunjung teu ke mana mereka harus meminta tolong ketika
membutuhkan bantuan. Kemudian ruang kerja petugas ditempatkan berdampingan agar
mereka lebih mudah berkoordinasi untuk melakukan tugas-tugas mereka.
D. Ruang
Pertemuan
Ruang pertemuan
dibuat besar dan luas sehingga dapatn menampung orang banyak. Ruang pertemuan
juga ditempatkan di pojok atas agar tidak mengganggu kegiatan pelayanan
perpustakaan sehari-hari.
E. Ruang
Pamer
Ruang pamer ditempatkan
tepat di depan pintu maasuk agar semua pengunjung dapat mengetahui apa yang
sedang di pamerkan.
F. Lobi
Lobi yang biasa
digunakan sebagai tempat tungggu ditempatkan di dekat pintu masuk utama. Karna setiap
orang yang ditunggu baik yang sudah di dalam maupun yang akan masuk ke dalam
pasti akan melewati pintu masuk utama. Dengan demikian letak lobi tersebut
sangatlah strategis untuk tempat perpertemuan.
G. Gudang
Gudang diletakan
agak kepojok dan bersebelahan dengan ruang petugas, karna yang mengakses gudang
hanyalah para petugas saja sehingga tidak perlu diletakan di tempat yang dapat
terlihat jelas oleh pengunjung.
H. WC
WC diletakan di
tempat strategis karna berdekatan dengan tangga, ruang refrensi dan ruang baca
anak, sehingga mudah di akses oleh para pengunjung. Dan pintu wc di buat aga
menjorok kedalam sedikit seperti WC pada umumnya.
Rabu, 23 Maret 2016
identitas nasional bangsa Indonesia
A. Pengertian Identitas Nasional Bangsa
Indonesia
Kata identitas berasal dari bahasa
inggris, yaitu identity yang memiliki
pengertian harfiah ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada
seoseorang atau suatu yang membedakannya dengan yang lain. Dalam term antropologi, identitas adalah sifat
khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri,
golongan sendiri, kelompok sendiri, komunitas sendiri, atau negara sendiri.
Mengacu pengertian ini identitas tidak terbatas pada individu semata tetapi
berlaku pula pada kelompok. Sedangkan nasional
merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar
yang diikat oleh kesamaan-kesamaan baik fisik seperti budaya, agama, dan bahasa
maupun non fisik seperti keinginan,cita-cita, dan tujuan. Himpunan
kelompok-kelompok inilah yang disebut dengan dengan identitas bangsa atau identitas
nasional.
Bila dilihat dalam konteks Indonesia, maka
identitas nasional itu merupakan
manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek
kehidupan dari ratusan buku yang “dihimpun”
dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan nasional dengan acuan
Pancasila dan roh “Bhineka Tunggal Ika” sebagai
dasar dan arah pengembangannya. Dengan kata lain, hakikat identitas nasional
kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah
Pancasila yang aktualisasinya tercemin dalam penataan kehidupan kita dalam arti
luas. Konsekuensi dan implikasinya, bahwa identitas nasional adalah sesuatu
yang terbukauntuk ditafsir dengan diberi makna baru tetap relevan dan
fungsional dalam kondisi aktual yang berkembang di masyarakat.[1]
Beberapa
bentuk identitas nasional Indonesia, adalah sebagai berikut:[2]
1.
Bahasa nasional atau bahasa persatuan
yaitu bahasa Indonesia.
Bahasa
indonesia berawal dari rumpun bahas Melayu yang dipergunakan sebagai bahasa
pergaulan yang kemudian diangkat sebagai bahasa persatuan pada tanggal 28
Oktober 1928.
2.
Bendera negara yaitu Sang Merah Putih.
Warna
merah berarti berani dan putih berarti suci. Lambang merah putih sudah dikenal
pada masa kerajaan di indonesia yang kemudian diangkat sbagai bendera negara.
Bendera merah putih dikibarkan pertama kali pada tanggal 17 Agustus 1945.
3.
Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya.
Indonesia Raya sebagai lagu kebanggaan
yang pada tanggal 28 Oktober 1928 dinyanyikan untuk pertama kalinya sebagai
lagu kebangsaan negara.
4.
Lambang negara yaitu Garuda Pancasila.
Garuda adalah burung khas Indonesia yang
dijadikan lambang negara.
5.
Semboyan negara yaitu Bhineka Tunggal Ika.
Bhineka Tunggal Ika artinya berbeda-beda tetapi tetap
satu jua.
6.
Dasar falsafah yaitu Pancasila.
Berisi
lima nilai dasar yang di jadikan sebagai dasar filsafat dan ideologi dari
negara Indonesia.
7.
Konstitusi ( Hukum Dasar ) negara yaitu
UUD 1945
8.
Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia
yang berkedaulatan rakyat.
Bentuk
negara adalah kesatuan, sedangkan bentuk pemerintahan adalah republik. Sistem
politik yang digunakan adalah sistem demokrasi ( kedaulatan rakyat ) saat ini
identitas NKRI yang berkedaulatan rakyat di sepekati untuk tidak ada
perubahan/amandemen.
9.
Konsepsi Wawasan Nusantara.
Sebagai
cara pandang bangsa Indonesia mengenal diri dan lingkungannya yang serba
beragam dan memiliki nilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan
bangsa, serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaran kehidupan ber masyarakat,
berbangsa, dan bernegara demi tercapainya tujuan nasional.
10.
Kebudayaan daerah yang telah di terima
sebagai kebudayaan nasional.
Berbagai
macam kebudayan dari kelompok kelompok bahasa di Indonesia, memiliki cita rasa tinggi,
dapat dinikmati dan diterima oleh masyarakat merupakan kebudayaan negara
republik Indonesia. Kebudayaan nasional pada hakikatnya adalah puncak puncak
dari kebudayaan daerah.
B.
Parameter
Identitas Nasional
Parameter identitas nasional adalah suatu
ukuran atau patokan yang dapat digunakan untuk menyatakan sesuatu adalah menjadi
ciri khas suatu bangsa. Sesuatu yang diukur adalah unsur suatu identitas
seperti kebudayaan yang menyangkut norma, bahasa, adat istiadat dan teknologi,
sesuatu yang alami atau ciri yang sudah terbentuk seperti geografis.
Sesuatu yang terjadi dalam suatu
masyarakat dan mencari ciri atau identitas nasional biasanya mempunyai
indikator sebagai berikut :[3]
1. Identitas
nasional menggambarkan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat
sehari-harinya. Identitas ini menyangkut adat-istiadat, tata kelakuan, dan
kebiasaan. Ramah tamah, hormat kepada orang tua, dan gotong-royong merupakan
salah satu identitas nasional yang bersumber dari adat-istiadat dan tata
kelakuan.
2. Lambang-lambang
yang merupakan ciri dari bangsa dan secara simbolis menggambarkan tujuan dan
fungsi bangsa. Lambang-lambang negara ini biasanya dinyatakan dalam bentuk
undang-undang seperti garuda pancasila, bendera, dan lagu kebangsaan.
3. Alat-alat
perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan seperti bangunan, teknologi,
dan peralatan manusia. Identitas yang berasal dari alat perlengkapan ini
seperti bangunan yang merupakan tempat ibadah (borobudur, prambanan, masjid,
dan gereja ), peralata manusia (pakaian adat, teknologi bercocok tanam ), dan
teknologi (pesawat terbang, kapal laut, dan lain-lain).
4. Tujuan
yang ingin dicapai suatu bangsa. Identitas yang bersumber dari tujuan ini
bersifat dinamis dan tidak tetap seperti budaya unggul, prestasi dalam bidang
tertentu, seperti di indonesia dikenal dengan bulu tangkis.
C.
Unsur-Unsur
Identitas Nasional
Identitas nasional Indonesia merujuk pada
suatu bangsa yang majemuk. Kemajemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur
pembentukan identitas, yaitu suku bangsa, agama, kebudayaan, dan bahasa.
1. Suku Bangsa : adalah
golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir), yang
sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat
banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 200 dialek
bahasa.
2. Agama :
bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Agama-agama yang
tumbuh dan berkembang di nusantara adalah agama Islam, Kristen, Katholik,
Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Agama Kong Hu Cu pada masa orde baru tidak di akui
sebagai agama resmi negara, namun sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman
Wahid, istilah agama resmi negara dihapuskan.
3. Kebudayaan : adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk
sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang
secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan
memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman
untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai
dengan lingkungan yang dihadapi.
4. Bahasa : merupakan unsur pendukung identitas
nasional yang lain. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambangan yang secara
arbiter dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan yang digunakan
sebagai sarana berinteraksi anatar manusia.
Dari unsur-unsur identitas nasional
tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3 bagian, sebagai berikut.
1. Identitas fundamental :
yaitu Pancasila yang merupakan falsafah bangsa Indonesia, dasar, dan ideologi
negara.
2. Identitas instrumental : berisi
UUD 1945 dan tata perundangannya, bahasa Indonesia, lambang negara, bendera negara,
lagu kebangsaan “Indonesia Raya”.
3. Identitas alamiah : meliputi
Negara Kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku, bahasa, budaya, dan
agama serta kepercayaan.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Identitas nasional adalah ciri khas atau
tanda-tanda yang melekat pada kelompok dengan kesamaan-kesamaan baik fisik
seperti budaya, agama, dan bahasa maupun non fisik seperti keinginan, cita-cita,
dan tujuan. Unsur-unsur pembentukan identitas yaitu, suku bangsa , agama,
kebudayaan, dan bahasa. Sedangkan bentuknya meliputi lagu kebangsaan, bendera
merah putih, lambang burung garuda. Dengan begitu banyaknya identitas nasional
yang dimiliki bangsa Indonesia, maka sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab
kita sebagai warga negara untuk selalu menjaga dan melestarikannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Srijayanti,
Rahman dan Purwanto. Pendidikan
Kewarganegaraan untuk Mahasiswa. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009.
Syarbaini
Syahrial. Pendidikan Pancasila Di
Perguruan Tinggi. Bogor: Ghalia Indonesia, 2003.
Winarno. Pendidikan Kewarganeg
[1]Syahrial Syarbaini, Pendidikan Pancasila Di Perguruan Tinggi (
Bogor: Ghalia Indonesia, 2003), hlm. 204.
[2]Winarno, Pendidikan Kewarganegaraan, ( Jakarta: PT Bumi Aksara Jakarta, 2007),
hlm. 46.
[3]Srijanti, Rahman dan Purwanto, Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Mahasiswa (Yogyakarta:
Graha Ilmu, 2009), hlm. 38.
Rabu, 16 Maret 2016
SUMBER RUJUKAN (katalog dan bibliografi)
KATALOG DAN
BIBLIOGRAFI
Mata kuliah : Sumber Rujukan
Dosen : Drs. Djazim Rohmadi, M.Si

Disusun
oleh :
Ahmad Sofyan A (15130006)
Rosdiana Ali (15130004)
Tyas Fatma Pratiwi (15130005)
Indah Nur Nuhyati (15130023)
ILMU
PERPUSTAKAAN D3
FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
TAHUN
2016
BAB KATALOG
Bentuk-bentuk
katalog
A.
Katalog
berbentuk Kartu
Kartu
katalog kartu memiliki kelebihan (tidak termasuk katalog komputer) antara lain
lebih mudah dibuat, bahannya lebih mudah didapat, mudah menyelipkan katalog
yang baru atau membuangnya yang lama/tidak terpakai. Kartu-kartu tersebut
disusun menurut abjad dan menurut urutan kode pengelompokkan subjek.
B.
Katalog
berbentuk Lembaran
Katalog
yang dibuat dari lembaran-lembaran kertas tipis biasa, biasanya berukuran satu
kertas folio yang dibagi menjadi empat bagian. Lembaran-lembaran tersebut
kemudian dibundel menjadi satu. Satu bundel terdiri dari 100-150 lembar
katalog.
C.
Katalog
berbentuk Buku
Katalog
yang ditulis dalam lembaran kertas kuarto atau folio, dalam satu halaman
biasanya memuat lima judul buku. Katalog berbentuk buku tidak begitu populer
karena tidak begitu praktis.
D.
Katalog
berbentuk Mikrofis
Mikroskofis adalah suatu bahan semacam klise foto, namun
mikrofis bukan berisi foto orang atau pemandangan tetapi berisi foto tulisan .
tulisan dalam mikrofis sangat kecil sehingga untuk membaca memerlukan alat baca
bahan mikro (microfiche reader).
Susunan entri bibliografi pada
katalog berbentuk mikrofis disusun menurut abjad pengarang, judul dan subjek.
Setiap deretan mikrofis memiliki fungsi masing-masing seperti jajaran katalog
perpustakaan. Setiap jajaran diberi warna tertentu untuk membedakan dengan yang
lain.
Contoh :
-
Jajaran
judul berwarna merah
-
Jajaran
pengarang berwarna biru
-
Jajaran
subjek berwarna hijau
E.
Katalog berbentuk Elektronik (OPAC/Online Publik
Access Catalogue)
Keistimewaan katalog berbentuk elektronik
seperti:
1. Satu kali data dimasukkan ke komputer maka
untuk data yang sama akan dihasilkan berbagai keluaran ,yaitu:
a. Dapat mencetak katalog bentuk kartu (saat
ini mulai banyak perpustakaan yang tidak lagi mensetak katalog dalam bentuk
kartu)
b. Dapat mencetak daftar dalam bentuk buku
c. Dapat mencetak buku induk jika diperlukan
d. Dapat mencetak daftar buku berdasar ciri
tertentu, misal komoditi,topik.
2. Pelacakan dapat dilakukan dari berbagai
titik pendekatan (access point)
3. Pelacakan dapat dilakukan lebih cepat
dibanding dengan cara tradisional
4. Data yang telah dimasukkan ke komputer dapat
diubah sewaktu-waktu
5. Jumlah data yang disimpan memerlukan sedikit
ruang dibanding dengan cara tradisional
6. Biaya produksi sangat murah
7. Ongkos penyebaran sangat murah
8. Data yang ada dapat dipertukarkan
9. Dapat dihubungkan dengan data sirkulasi
sehingga pengguna dapat mengetahui status buku
10. Penggunaan untuk pencarian informasi akan
terasa menyenangkan
Perangkat lunak yang tersedia untuk membuat
katalog elektronik:
DBASE sebagai release, FOXPRO, MS ACCES,
DCS/ISIS, TINLIB, VTLS, LIBERTAS, CARDBOX, PC-FILE, dll.
Katalog
elektronik saat ini dapat diakses pada sestem LAN (Local Area Network)
dan dapat diakses pula melalui internet.
Jenis-jenis
katalog
A.
Katalog Koleksi Umum dan Khusus
Katalog Koleksi Umum adalah katalog yang memuat semua jenis koleksi yang ada di perpustakaan. Kebanyakan katalog sepertin ini berisi daftar koleksi buku.
Katalog Koleksi Khusus adalah katalog yang mendaftar dokumen dalam bentuk khusus (misalnya khusus laporan penelitian, khusus majalah)
Contoh katalog koleksi khusus
KATALOG DISERTASI : KOLEKSI PERPUSTAKAAN NASIONAL
PERIODE
TAHUN 1945-1985. P. Supangat dan Ny. Wartini Santoso (ed.). Jakarta:
Perpustakaan Nasional,1985.
B.
Daftar Tambahan Buku dan Majalah
Daftar tambahan buku dan majalah adalah suatu terbitan yang dikeluarkan oleh perpustakaan untuk memberitahu kepada pemustaka dan perpustakaan lain berisi daftar buku dan majalah yang baru diterima dan siap digunakan.
Contoh daftar tambahan buku dan majalah:
DAFTAR TAMBAHAN MAJALAH DAN BUKU BARU:
PENERIMAAN BULAN OKTOBER, NOVEMBER, DAN DESEM-BER 1990. Pasuruan: Pusat
Penelitian Perkebunan Gula Indonesi. Tiga bulanan.
Katalog
Induk
Katalog Induk adalah katalog yang mendaftar bahan pustaka atau buku-buku yang dimiliki beberapa perpustakaan yang bergabung untuk melakukan kerjasama. Fungsi Katalog Induk adalah memberi petunjuk tentang koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan anggota kelompok kerjasama. Keterangan yang khas dalam katalog induk dengan katalog lain adalah adanya penunjuk lokasi perpustakaan yang mengoleksi dokumen.
Katalog Induk adalah katalog yang mendaftar bahan pustaka atau buku-buku yang dimiliki beberapa perpustakaan yang bergabung untuk melakukan kerjasama. Fungsi Katalog Induk adalah memberi petunjuk tentang koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan anggota kelompok kerjasama. Keterangan yang khas dalam katalog induk dengan katalog lain adalah adanya penunjuk lokasi perpustakaan yang mengoleksi dokumen.
Contoh
katalog induk:
KATALOG INDUK DAERAH 1991/1992. Proyek
Pembinaan Perpustkaan Jawa Barat. Katalog ini mendaftar koleksi buku tidak
kurang dari 21 perpustakaan lembaga dan perguruan tinggi, 24 perpustakaan umum
serta 17 perpustakaan keliling di wilayah Jawa Barat.
KATALOG INDUK MAJALAH = UNION CATALOGUE OF
SERIALS.
Jakarta: Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah, 1984.
Jakarta: Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah, 1984.
KATALOG INDUK MAJALAH PERPUSTAKAAN BADAN
KERJA SAMA PERGURUAN TINGGI NEGERI BAGIAN BARAT 1934-1989. Katalog ini
mendaftar majalah yang dimiliki / dilanggan oleh sebelas perpustakaan perguruan
tinggi negeri di indonesia bagian barat (Sumatera dan Kalimantan Barat).
Katalog
Nasional
Katalog
Nasional adalah katalog yang memuat informasi mengenai dokumen yang diterbitkan
oleh suatu negara dan disimpan pada suatu lokasi atau perpustakaan tertentu.
Contoh katalog nasional:
Contoh katalog nasional:
Santoso, Wartini. KATALOG MAJALAH TERBITAN
INDONESIA TAHUN 1942-1980 KOLEKSI PERPUSTAKAAN NASIONAL Jakarta: perpustakaan
Nasional, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1982.
Katalog
Penerbit Buku/Toko
Katalog Penerbit/Toko
Buku adalah daftar buku yang diterbitkan atau dijual oleh suatu penerbit/toko
buku. Katalog ini biasanya sengaja dikirim ke perpustakaan oleh penerbit/toko
buku yang mengirimkan katalog tersebut agar perpustakaan dapat membeli buku
dari penerbit.
Contoh katalog penerbit/toko buku:
DAFTAR BUKU 1987-1988. Jakarta: Ikatan
Penerbit Indonesia(IKAPI), 1978.
EBSCO subscription service 1990-1991.
LIBRARIAN’S HANDBOOK: A GUIDE TO PERIODICALS/SERIALS.
BAB BIBLIOGRAFI
Bibliografi adalah publikasi yang memuat semua daftar
dokumen yang diterbitkan dalam bentuk buku amupun tidak yang masih
berhhunbungan dengan bidang ilmu pengetahuan atau hasil karya seseorang. Fungsi
bibliografi sendiri adalah untuk memperoleh informasi dari sebuah dokumen yang
dicari atau dibutuhkan. Data yang diterakan dalam bibliografi mencakup bayak
hal, meliputi: nama pengarang, nama penyunting, judul, tempat terbit, penerbit,
tahun terbit dan edisi, volume, nomor, halaman (untuk majalah), dan keterangan
fisik dokumen pustaka. Bibliografi terkadang juga disebut dengan index dan
katalog, namun sejatiya itu sama saja dengan bibliografi.
Bibliogafi
sebagai bahan rujukan berguna untuk:
1. Memberi
petunjuk lengkap kepada pengguna tentang terbitan, baik karya seseorang maupun
sekelompok orang atau suatu subjek tertentu.
2. Merupakan
perlengkapan dalam pemilihan bahan pustaka utuk dibeli dan disimpan di
perpustakaan.
3. Petunjuk
tentang masalah apa saja yang pernah ditulis orang.
·
JENIS BIBLIOGRAFI
a. Bibliografi
umum
Memuat informasi
bibliografi dengan subjek umum, tidak ada pembatasan subjek. Bibliografi umum
ini jarang ditemukan, karena biasanya selalu ada pembahasan pada literature
yang dimuat.
Contoh:
BERITA BIBLOGRAFI
INDONESIA = INDONESIA BOOK NEWS. Jakarta: Yayasan Idayu. Terbit secara berkala.
b. Bibliografi
khusus
Suatu jenis bibliografi
yang mendaftar literature dengan cakupan khusus.
Separti khusus bidang
kedokteran atau lebih khusus lagi masalah AIDS
Contoh:
Damian, Eddy. BIBLIOGRAFI
HUKUM INDONESIA. Bandung: Alumni, 1981.
c. Bibliografi
nasional
Suatu bentuk bahan
rujukan yang ditebitkan secara teratur oleh suatu lembaga dalam suatu negara
yang memuat daftar tertian negara itu.
Contoh:
BIBLIOGRAFI NASIONAL
INDONESIA : INDONESIA NATIONAL BIBLIOGRAPHY. Jakara: Perpustakaan Nasional.
Teerbit tiga bulan sekali.
d. Bibliografi
universal
Memuat daftar lliteratur
dari seluruh dunia.
Contoh:
THE CUMULATIE BOOK INDEX:
A WORLD LIST OF BOOKS IN THE ENGLISH LANGUAGE: AUTHOR, TITLE AND SUBJECT
CATALOGING IN ONE ALPHABET. New York: Wilson.
e. Bibliografi
restrospektif
Bibliografi yang pernah
terbit secara lengkap.literatur yang didaftar tidak dibatasi tahun terbitnya.
Contoh:
INDEX –TO THE EARLY
PRINTED BOOKS IN THE BRITISH MUSEUM FROM piE INVENTION OF PRINTING TO THE YEAR
1500. London: Kegan Paul, 1898-1899.2 volume.
f. Bibliografi
beranotasi
Bibliografi basa yang
tiap literaturnya dimuat dan diberi anotasi atau keterangan mengenai isi dan
peruntukkan serta tinjauan bibliografi.
Contoh:
Sitohang, Sahat.
KEMATIAN BAYI DAN ANAK DI INDONESIA: BIBLIOGRAFI BERANOTASI. Jakarta:
Kelompok Studi Masalah Kesehatan, Pusat Penelitian Unika Atma Jaya.
g. Bibliografi
bio-bibliography atau kumpulan karangan
Bentuk bahan rujukan lain
yang dapat dikelompokkan sebagai biblografi,
disebut bibliografi.
Contoh:
Kumpulan karangan Muhammad
Hatta.
Penyambung lidah rakjat
(kumpulan karangan Bung Karno).
Kumpulan karangan
mengenai Bung Karno.
A BIO-BIBLIOGRAPH OF
EDWARD JENNNER 1749-1823. London 1951. Illus, 9.5x7”, cloth, 176 w/index, v.g.
LIMITED TO 1000 NUMBERED COPIES. Several copies, each $35.
Indeks
Kata
indeks atau index berasal dari bahasa Latin INDICARE yang berarti meunjuk.
Jadi, sebuah indeks tidak mempersembahkan informasi yang dicari tetapi menunjuk
di mana atau kemana kiranya informasi dapat ditemukan.
Indeks
dalam sebuah buku menunjukkan pada halaman dalam, dimana informasi tertentu
dapat ditemukan. Kartu katalog adalah indeks yang menunjukkan buku atau bahan
lain yang tersedia dalam suatu atau beberapa perpustakaan.
Selain
kartu katalog dan indeks dalam sebuah buku, ada tiga jenis indeks lain, yaitu:
1. Indeks
literatur yang ada dalam majalah-majalah.
2. Indeks
literatur yang ada dalam surat-surat kabar.
3. Indeks
literatur yang berupa buku-buku atau bahan pustaka lain.
Komputer
juga dapat dianggap sebuah indeks karena alat ini juga dapat memberikan tentang
suatu informasi literatur.
Sebuah
indeks dilengkapi dengan daftar nama, peristilahan, subjek, tempat atau unsur
lain pada ssuatu karya yang kiranya perlu diinformasikan. Umumnya indeks
disususun secara alfabetis, tetapi bahannya sendiri biasanya disusun secara
kronologis atau menurut sistematika tertentu yang secara konsisten dianut.
Kesulitan
masalah penggunaan indeks biyasanya timbul jika pembaca hanya mengetahui subjek
secara luas. Pustakawan harus mampu “menterjemahkan” subjek yang luas itu
kedalam “bahasa” yang dapat dipadankan dengan susunan indeks.
Pada
umumnya indeks diterbitkan dalam bentuk majalah atau periodical.
Pencari
informasi lebih menyukai informasi yang didapat dalam jurnal karena:
1. Informasi
mengenai subjek khusus
2. Subjek
atau masalah baru atau yang jarang dibahas
3. Isi buku
atau bagian dari buku
4. Litaratur
profesi merupakan pelengkap jurnal
Abstrak
sebagai salah satu umber informai akan dibahas lebih mendalam dibagian lain
dari tulisan ini. Jika sudah ditemuakn artikel yang dibutuhkan dalam suatu
ineks maka setidaknya tiga unsur yang perlu dicatat dari keterangan yang
diberikan:
1. Judul
jurnal. Keterangan tentang singkatan akan selalu disertakan pada bagian lain
dari indeks yang dipakai atau edisi/ folume lain. Yakinkan bahwa singkatan
judul majalah sudah dipahami dengan benar.
2. Tanggal
penerbitan jurnal. Biasanya bulan dan tahun atau petunjuk waktu lain, seperti
volume dan nomor.
3. Nomor
halaman artikel dalam jurnal.
Beberapa contoh indeks adalah sebagai berikut:
1.
Agrindex.
Agrindex diterbitkan oleh The international
Information System for The Agricultural Science and Technology (AGRIS) Food and
Agriculture Organization of thr United Nation (FAO). Indeks ini merupakan hasil
pengembangan kerangka kerja UNISIST (The Unesco). Agrindex memuat informasi
mutahir mengenai bidang pertanian seluruh dunia.
2.
Index of
Indonesian Learned Perodicals (Indeks Majalah Ilmiah Indonesia).
indeks Majalah Ilmiah Indonesia (IMII) adalah
indeks majalah ilmiah mengenai masal ilmu pengetahuan secara umum yang ada di
Indonesia. IMII diterbitkan oleh pusat dokumentasi ilmiah indinesia (PDII atau
dahulu Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional/PDIN).
3.
Indeks
Biologi dan Pertanian Indonesia (indonesia Biological and Agricultural Index).
Indeks ini adalah indeks biologi dan pertanian
yang ada di Indonesia. Diterbitkan oleh Pusat Pustaka dan Penyebaran Hasil
Penelitian (PUSTAKA) atau yang dahulu bernama Pusat Perpustakaan Pertanian dan
Biologi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian DEPTAN-RI.
4.
Science
Citation Indekx.
Diterbitkan oleh Institute for Scientific
Information, Philadelphia, Pensylvania, USA, merupakan indeks internasional
untuk berbagai bidang ilmu. SCI terdiri dari lima bagian utama, yaitu Citation
Index, Source Index, Permuterm Subject Index, dan Corporate index yang terbagi
menjadi dua bagian, yaitu Geographic Index dan Organization Section.
Publikasi ini memuat bibliografi disertai
abstrak dan beberapa artikel yang dapat diperoleh dalam bentuk full text.
Bibliografi ini mencakup ilmu pengetahuan, ilmu-ilmu sosial, seni dan budaya
serta bidang pengetahuan lain yang berkaitan.
Sumber informasi ini biasa dikenal sebagai
science citation index. Situs ini berisi:
1. Science
citation index expanded.
2. Index
chemicus.
3. Current
chemical reactions.
4. Social
sciences citation index.
Penulusuran menggunakan situs ini dapat
dilakukan denagan:
a. Quick
Search. Berisi judul, kata kunci atau abstrak yang diinginkan.
b. General
Search. Penelusuran melalui topik per topik, kelompok pengarang, judul, tahun
terbit dan alamat pengarang atau penerbit.
c. Cited
Reference Search. Pengguna dapat mengetik apa saja yang ada dibenaknya dan
dapat menemukan informasi yang dibutuhkan melalui indeks yang disediakan.
6.
Book
Review Digest.
Publikasi ini merupakan sumber informai
sekunder, pertama kali diterbitkan pada tahun 1905 oleh H.W. Wilson Company di
New York Amerika Serikat. Book Review Digest dalam bentuk tercetak dimulai
tahun 1905. Entri disusun secara alfabetis berdasarkan pengarang, termasuk
harga, penerbit dan data bibliografi lainnya. Entri ini diikuti denagn catatan
deskriptif atau sinopis buku dan sitasi yang mereview kutipan dari berbagai
penyitir yang diperlukan untuk mengevaluasi artikel-artikel tersebut. Dalam
setiap sitasinya termasuk nama majalah atau jurnal, halaman, tanggal menyitir.
Abstrak
Abstrak atau ringkasan adalah suatu cara
penyajian dokumen yang singkat dan cermat, tanpa tambahan atau kritik dari
pembuatan abstrak. Ada dua jenis abstrak yaitu (1) abstark indikatif,
memberikan indikasi mengenai isi dokumen, pada umumnya sangat singkat, terdiri
atas 50 samapi 100 kata, (2) abstrak informatif, lebih terperinci daripada
abstrak indikatif, mengungkapkan data yang penting dan kesimpulan suatu
penelitian.
Abstrak jenis terbitan sekunder yang berisi
dokumen (informasi literature dari suatu dokumen), umumnya artikel jurnal, dan
pada indeks tersebut disertai dengan abstrak ( ringkasan dokumen yang
diindeks). Jadi yang di maksud dengan abstrak di sini adalah suatu bentuk
publikasi perluasaan dari indeks, artinya indeks sebuah dokumen di tambah
dengan ringkasan dokumen yang bersangkutan. Oleh karena itu, abstrak mempunyai
fungsi yang sama dengan indeks yaitu sebagai alat penelusuran informasi literatur
merupakan petunjuk tentang data atau informasi, dapat menghubung-hubungkan
subjek atau cabang ilmu pengetahuan merupakan “ current awareness services “
dan merupakan alat seleksi bahan pustaka.
Kelebihan abstrak dibandingkan dengan
indeks adalah sebagai berikut.
1. Abstrak
memuat ringkasan artikel/tulisan yang diindeks.
2. Abstrak
cenderung membatasi diri pada subjek yang lebih spesifik (daerah cakupan
subjeknya sempit)
Layanan abstrak mempunyai tujuan berikut ini.
1. Menghemat
waktu, yaitu dengan menambahkan ringkasan isi artikel.
2. Membantu
mempercepat penelusuran literatur restrospektif tanpa harus mencari bahan
pustaka atau artikel aslinya.
Beberapa contoh majalah
abstrak antara lain :
1. Biological Abstracts
Biological abstracts disusun bedasarkan tajuk subjek. Biological
Abstracts (BA) ini dengan cara browsing, yaitu dengan cara memilih salah
satu tajuk subjek utama sesuai dengan keinginan, kemudian dicari subjek yang
lebih spesifik, dan pemakai akan mendapatkan abstrak dari subjek yang di maksud.
Penggunaan dengan cara ini BA dilengkapi dengan petujuk subjek (subject guide).
Selain dengan cara browsing dapat menelusur literature dengan cara pada indeks,
seperti author index, biosystematic
index, generic index, concept index, dan subject index.
Biological Abstract versi onlinenya, diterbitkan oleh Ovid a
Walters Kluwee Business, berisi sekitar 6 juta cantuman dari sejak 1969. Untuk
dapat memperoleh yang lebih lengkap dari Biological Abstracts ini dapat
mengakses langsung ke situs Ovid di http://www.ovid.com/site/catalog/DataBase/24.jsp?top=2&mid=3&bottom=7&subsection=10
2.
Chemical Abstracts
Chemical abstracts (CA) berisi
abstrak dan indeks (berbahasa inggris) dari dokumen dalam bidang kimia dan
teknik kimia (chemical engineering).
Selain indeks yang ada pada terbitan mingguannya (issue indeks) diterbitkan juga indeks kumulatifnya.
Artikel yang diabstrak oleh CA
dikelompokkanke dalam tiga kelompok yaitu: (a) berisi abstrak artikel jurnal,
edited collection, laporan, dokumen deposit, dan disertasi (b) catatan buku
baru dan (c) dokumen paten. Abstrak dalam CA bersifat informative dan jelas,
dan tujuan CA adalah memberikan pendekataan yang cepat dan tepat kepada informasi
literature bidang kimia yang kemudian berdasarkan informasi tersebut.
Indeks pada chemical abstracts
dibagi ke dalam beberapa bagian sebagai berikut.
a.
Index guide
b.
General subject index
c.
Chemical substance index
d.
Formula index
e.
Author index
f.
Patent index
g.
Index of ring systems
Kesimpulan
tadi dapat kita temukan antara lain (a) tujuan dan ruang lingkup penelitian (b)
reaksi kimia baru, senyawa baru, materi, metode, prosedur, alat, bahan dan
teori percobaan (c) aplikasi dari suatu penemuan ilmu pengetahuan (d) hasil
penelitian interpretasi penelitian terhadap hasil tersebut.
CA ini
diterbitkan juga dalam bentuk CD ( CA on CD ) pada versi cetaknya CA on CD
mempunyai ruang lingkup seluas mungkin yang berhubungan dengan bidang kimia. CA on CD berisi sekitar 865.000
referensi atau artikel yang diterbitkan setiap tahun terdiri 685.000 entri
berasal dari 9.500 jurnal ilmiah dan 393.000 entri dari 50 organisasi.
(informasi ini diambil dari sumber berikut: http://www.cas.org/ONLINE/CD/CACD/cover.html. di akses 12 Maret 2007.
Anda dapat
mengakses CAS melalui webnya yaitu : http://www.cas.org/. Berikut adalah halaman indeks dari www.cas.org.
Langganan:
Komentar (Atom)