Selasa, 26 Desember 2017

MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DI SD MUHAMMADIYAH SEMOYA



Foto bersama Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Semoya



Alhamdulilllah!!
Begitulah hal yang pertama kami ucapkan setelah melakukan berbagai kegiatan Manajemen Perpustakaan di SD Muhammadiyah Semoya.
Selama tiga bulan lamanya, seminggu dua kali melintas di jalan kecil di sawah hijau yang anginnya kadang kenceng bgt sampe mau kabur dan siap menyemplungkan kami kapan saja,  dan setelahnya lewat di antara kandang2 sapi d kanan kiri yang sapinya gede-gede bgt serasa perlu bilang permisi, demi melaksanakan tugas suci dan mulia, mencerdaskan anak-anak bangsa harapan negara
Dengan mengemban semangat militansi mahasiswa perpustakaan, kami lakukan perubahan dan pembaharuan perpustakaan SD Muhammadiyah Semoya.
Sebenarnya apa saja sih kegiatan yang telah kami lakukan ??
Kegiatan yang pertama tentunya kami melakukan tinjauan langsung sekaligus meminta perizinan kepada kepala sekolah Ibu Arumiyati M.Pd, disini juga kami ucapkan terima kasih kepada keluarga besar SD Muhammadiyah mulai dari Pak Bari selaku pustakawan, Staf, guru-guru dan Ibu kepala sekolah yang telah menerima kami dengan baik.
Setelah itu gerak cepat kami lakukan dengan membuat renstra dan action plan, hasilnya lahirlah nama Perpustakaan Muhaya beserta visi dan misinya, pembentukan struktur organisasi dan program-program perpustakaan lainnya yang bertujuan memikat siswa-siswi SD Muhammadiyah Semoya.
Demi mewujudkan perubahan dan pembaharuan perpustakaan tersebut, berbagai hal kami lakukan seperti mengecat dan melukis dinding perpustakaan, pengolahan bahan pustaka, penataan desain ruangan dan tata letak rak buku, pembuatan meja lesehan, pemasangan x-banner.

Foto bersama siswi kelas IV SD Muhammadiyah Semoya saat mendengarkan keluh kesah mengenai perpustakaan


Melalui program pelatihan kriya tangan, mendongeng dan pojok curhat juga telah berhasil memikat siswa dan siswa SD Muhammadiyah Semoya untuk menghidupkan perpustakaan
Selanjutnya juga kami ucapkan terima kepada Ayahnya Frizki, pamannya Tika, Sosial Agency Baru , Perpustakaan Kota Yogyakata, RSU Muhammadiyah Bantul yang telah memberikan bantuan dana dan buku sehingga memperlancar kegiatan kami selama di Semoya.
Dan yang terkahir juga kami ucapkan kepada Bu Labibah selaku dosen pembimbing mata kuliah Manajemen Perpustakaan yang selalu  memberi masukan dan arahan sehingga terus membuat kita menjadi lebih baik..

Manajemen Perpustakaan
Tika Mei Rahmawatiyah                   (15130002)
Rosdiana Ali                                      (15130004)
Ahmad Sofyan A                              (15130006)
Linda Nur Cahya                               (15130014)
Vina Roihatul Janah                          (15130018)
Siti Solikhah                                      (15130022)
Gayatri Novalinda                             (15130030)
Frizki Firdian                                     (15130032)



Dan Mas Gigih, pemuda desa Semoya yang juga membantu kegiatan-kegiatan.

Foto rak sebelum dan sesudah kegiatatan MP




Kak Siti dan Kak Tika sedang mendongeng



Kak Sofyan sedang mengecat meja lesehan



Foto ruangan sebelum dan sesudah kegiatatan MP




Foto rak sebelum dan sesudah kegiatatan MP




display buku sebelum dan sesudah kegiatatan MP


Penerimaan buku bantuan dari perpustakaan Kota Yogyakarta



ilmuperpustakaan uinsunankalijaga, manajemenperpustakaan

perpustakaan, sekolahdasar, muhammadiyahsemoya, berbah, sleman

Sabtu, 02 Desember 2017

Sukseskan Asian Games ke-18 dengan Merawat Kebhinekaan dalam Semangat Menjaga Perdamaian


Bangga!! Ya, itulah kata pertama yang ada dipikiran penulis ketika nanti di tahun 2018 Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan ajang olahraga paling bergengsi sebenua Asia untuk yang kedua kalinya setelah berhasil menyelenggrakan di tahun 1962. Sebagai tuan rumah yang baik Indonesia telah telah banyak berbenah dan menyiapkan fasilitas-fasilitas pendukung kelancaran Asian Games seperti renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno, pembangungan Light Rail Transit sejauh 24,5 km yang menghubungkan Jakabaring Sport City dengan Bandara Sultan Mahmud Baharuddin II dan masih banyak lagi tempat-tempat yang disiapkan.
Sukses atau tidaknya hajat besar warga Asia ini juga bergantung pada kita selaku rakyat Indonesia, bangsa Indonesia yang sudah dikenal dengan kearifan lokal masyarakatnya yang sopan santun, toleransi, memiliki kepedulian tinggi dan saling menghargai perbedaan agama, suku, ras harus senantiasa dijunjung tinggi melalui asas Bhineka Tunggal Ika sehingga pada harapannya melalui kearifan lokal tersebut Indonesia benar-benar menjadi rumah yang baik dan penuh kedamaian bagi tamu-tamu yang datang untuk bertanding maupun hanya berkunjung untuk berwisata.
Perkembangan Tekonologi dan Informasi menghadirkan ruang baru dalam merawat kebhinekaan dan perdamaian di Indonesia. Informasi yang tumpah ruah tidak hanya menimbulkan dampak positif akan tetapi juga menimbulkan dampak negatife. Belum lama ini di jagat dunia maya atau media sosial banyak berisi konten ujaran kebencian (hate speech) dan beritas palsu (hoax) yang justru sangat menggangu masyarakat, mengancam perdamaian dan kebhinekaan. Mungkin menurut beberapa orang fenomena semacam ini menjadi hal yang biasa, tapi bagaimanakah bagaimanakah apabila ujaran kebencian hate speech maupun hoax terus dibiarkan ? Tentunya hal tersebut mengganggu masyarakat, memicu perpecahan dan keamanan negara yang dapat menimbulkan kemungkinan buruk yaitu tidak suksesnya Asian Games ke-18.
Apabila kita menengok kembali sejarah Asian Games, pada tahun 1978 negara Pakistan gagal menjadi tuan rumah pengganti Singapura karena masalah konflik dengan negara Bangladesh dan India, kemudian negara-negara peserta menolak diselenggarakan di negara tersebut sampai pada akhirnya Thailand menjadi tuan rumah kembali. Dari hal tersebut kita dapat belajar bahwasannya selain selain fasilitas pendukung dan pendanaan untuk mensukseskan penyelenggaraan Asian Games  juga perlu dukungan dari rakyatnya dengan menjaga kedamaian.
Penulis yang saat ini sedang menjalani kuliah di Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi serta menjadi pengamat literasi media di Yogyakarta mengajak rekan-rekan seperjuangan dan masyarakat Yogyakarta khususnya untuk merawat kebhinekaan tersebut melalui jalan damai di media sosial.
sumber gambar : http://www.nu.or.id 

Langkah-langkah sederhana tapi nyata dalam merawat kebhinekaan dalam media sosial yaitu:
Pertama, mengamati penggunaan judul berita yang provokatif. Judul yang provokatif dapat membawa pembaca ke dalam suasana yang diinginkan oleh provokator menuju terjadinya adu domba, saling menyalahkan, perpeacahan golongan dan bahkan untuk kepentingan politik.
Kedua, mengklarifikasi berita yang telah diterima. Banyaknya informasi yang kita terima saat ini melalui media sosial belum tentu benar apalagi jika tidak diketahui sumber dan pembuat berita tersebut, maka sikap bertabayun atau mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaanya perlu dilakukan dan jangan mudah dalam men­-sharing berita yang tidak jelas.
Ketiga, memahami etika dalam bermedia sosial. Sudah menjadi keharusan bagi setiap netizen atau pengguna internet dapat menerapkan sikap bijaksana, sopan santun dalam bermedia sosial. Contohnya dengan membuat status dan memposting gambar yang tidak mengganggu kenyamanan orang lain, serta memberikan komentar yang sesuai tata karma.  Netizen juga harus memahami Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Kemudian ketiga langkah merawat kebhinekaan dalam bermedia sosial tersebut penulis singkat dengan jurus amati, klarifikasi dan pahami. Semoga dengan usaha-usaha tersebut dapat terus menjaga perdamaian sekaligus mensukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang. Bagi penulis Indonesia bukan hanya sekedar mengejar kemenangan saja, akan tetapi semangat-semangat dalam menjaga perdamain dalam kebhinekaan itulah yang menjadi pintu terselenggaranya moment Asian Games ke-18 dengan Sukses. Dari Yogyakarta yang berhati nyaman untuk Indonesia jaya.
Sukseskan Asian Games ke-18! INDONESIA BISA!!
Oleh :
Ahmad Sofyan A

Ilmu Perpustakaan - UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta